Setiap satu jam 10 bayi Indonesia meninggal dan setiap 6 menit 1 bayi Indonesia meninggal karena tidak memperoleh air susu dari ibunya pada satu jam pertama kelahiran.

Mia Sutanto, Pendiri Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)

Risiko Fatal yang Dialami Bayi Akibat Kurang ASI

Komponen sel fagosit, imunoglobulin, sitokin, laktoferin, lisozim dan musin adalah antibodi yang membentuk sistem kekebalan tubuh manusia yang hanya ada pada ASI. Penelitian oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) membuktikan bahwa pemberian ASI sampai usia 2 tahun dapat menurunkan angka kematian anak akibat penyakit diare dan infeksi saluran napas akut.  

Menurut penelitian anak yang tidak diberi ASI memiliki IQ (intelligence quotient) 7-8 poin lebih rendah dibandingkan anak yang diberi ASI.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Smith dkk tahun 2008, bayi yang tidak memperoleh ASI memiliki kecerdasan otak (kognitif) yang rendah. Hal ini di buktikan dengan test fungsi intelektual, kemampuan verbal, dan motorik mendapatkan score yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang minum ASI.

ASI mengandung serotonin yang memiliki dampak positif terhadap psikologi. Anak tanpa ASI akan tumbuh menjadi anak yang mudah stress dan kontrol emosinya buruk di saat dewasa. Kandungan ASI yang kaya akan asam amino, DHA dan protein selain kandungan lain layaknya vitamin, mineral, dan kandungan baik lainnya ternyata bisa membuat perkembangan psikologis anak menjadi sangat positif.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa di Amerika serikat banyak bayi yang tidak minum ASI mengalami demam, takikardia, menurunnya aliran darah, dan kejang pada usia 11 hari dan meninggal di usia 20 hari. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa bayi yang tidak diberikan ASI memiliki resiko kematian 25% lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI.

Bayi yang tidak diberikan ASI biasanya minum susu formula. Di dalam susu formula terdapat kandungan sukrosa yang cukup tinggi. Sukrosa merupakan karbohidrat yang memberikan rasa manis pada susu formula. Jika anak terus menerus mengkonsumsi susu formula, maka sukrosa akan terus menumpuk dan dapat merusak struktur gigi bayi.

Kandungan gula, protein dan lemak dalam susu formula melebihi yang ada dalam ASI. Inilah yang membuat bayi yang mendapat susu formula cenderung mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan bayi ASI. Pertumbuhan yang terlalu cepat saat bayi bisa meningkatkan risiko anak mengalami kegemukan dan obesitas saat dewasa. Penelitian yang menunjukkan bahwa sekitar 20% orang dewasa yang menderita obesitas disebabkan oleh susu formula ketika mereka masih bayi.

KAPSUL DAUN KATUK

100% Ekstrak Daun Katuk

Kapsul Daun Katuk terbuat dari ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung galactagogue yaitu senyawa yang dapat merangsang peningkatan produksi ASI. 

 

Penelitian yang melibatkan 96 ibu menyusui membuktikan bahwa kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk dapat memproduksi ASI 50,7% lebih banyak dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk

Mengapa Daun Katuk Efektif Untuk Menambah Produksi ASI

Daun katuk mengandung senyawa galactagogue yang bisa memicu peningkatan produksi ASI

Daun Katuk (Sauropus Androgynus)

Daun katuk (sauropus androgynus) kaya akan kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, beberapa vitamin B, vitamin C, kalsium, zat besi, dan masih banyak lagi. Selain itu daun katuk juga mengandung senyawa galactagogue yang dapat memicu peningkatan produksi ASI.

Penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI tahun 2004 menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada ibu menyusui dengan dosis 3×200 mg per hari selama 15 hari setelah melahirkan dapat meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk.

Penelitian ini diikuti oleh 96 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok. Hasilnya, kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk dapat memproduksi ASI 50,7% lebih banyak dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk.

Mengapa Memilih Produk Kami?

Pilih produk yang sudah memiliki izin BPOM, bukan DINKES PIRT atau yang lainnya. Jangan pertaruhkan diri Anda dengan mengkonsumsi produk herbal yang belum memiliki izin dari BPOM.

BAHAN ALAMI

Terbuat dari 100% daun katuk (sauropus androgynus) alami yang diproduksi dan dikemas secara higienis.

PRODUK ASLI

Hati-hati dengan produk PALSU yang memiliki kemasan yang sangat mirip dengan produk ASLI.

SERTIFIKAT BPOM

Sudah terdaftar dan lolos sertifikasi BPOM, menandakan produk yang berkualitas dan aman digunakan.

BPOM itu apa?

BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah lembaga pemerintah yang menyelenggarakan pengawasan obat dan makanan sebelum dan selama beredar di masyarakat, sebagai tindakan pencegahan serta menjamin produk yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk yang ditetapkan.

 

Ringkasnya BPOM bertugas melindungi masyarakat dari efek buruk obat dan makanan yang beredar. Obat dan makanan yang sudah memiliki sertifikat BPOM artinya obat dan makanan tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat. 

TIPS MEMILIH PRODUK OBAT DAN MAKANAN

  • Hati-hati memilih produk makanan, obat, kosmetik, suplemen, dan produk herbal.
  • Pastikan hanya memilih produk yang memiliki izin BPOM, bukan DINKES PIRT.
  • Jangan tergiur harga murah, perhatikan kesehatan dan keselamatan Anda.
  • Kapsul Ekstrak Daun Katuk sudah memiliki izin BPOM Nomor POM TR. 123 365 751

Produk Kami

Rp. 55.000/botol

(1 botol berisi 60 kapsul)

Konsumsi 2 botol bisa digunakan untuk pemakaian selama 1 bulan. Buktikan sendiri saja bagaimana hasilnya!

Langsung terhubung dengan WhatsApp Kami

Ekstrak Daun Katuk sesuai namanya terbuat dari ektrak daun katuk (sauropus androgynus). Diproduksi dan dikemas secara higienis dalam bentuk kapsul yang praktis. Kapsul herbal ini dapat membantu meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui.

 

Kapsul Ekstrak Daun Katuk adalah herbal resmi diperjualbelikan di Indonesia dengan register otentik BPOM bernomor POM TR. 123 365 751. Ini artinya keampuhan, legalitas bahan baku, keabsahan proses peracikan dari Kapsul Daun Katuk sudah terakui secara hukum medis dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi Anda bisa mengkonsumsi dengan tanpa ragu dan bimbang.

 

Hati-hati dengan produk palsu atau yang hanya memiliki izin PIRT atau bahkan tanpa izin. Satu-satunya lembaga yang berwenang memberikan izin edar produk obat dan makanan hanya BPOM saja. Jangan pertaruhkan kesehatan Anda dengan produk-produk yang meragukan izin edarnya.

Aturan Pakai:
2 x 2 kapsul perhari

 

Khasiat:
Membantu melancarkan dan menambah produksi ASI bagi ibu menyusui

 

Izin BPOM:
POM TR. 123 365 751

Akibat Bayi Tanpa ASI

Setiap satu jam 10 bayi Indonesia meninggal dan setiap 6 menit 1 bayi Indonesia meninggal karena tidak memperoleh air susu dari ibunya pada satu jam pertama kelahiran,” ujar Mia Sutanto, pendiri Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Pemberian ASI eksklusif adalah salah satu upaya menurunkan tingkat kematian bayi. Inisiasi menyusui dini dapat menyelamatkan 22 persen kematian bayi baru lahir. ASI juga terbukti dapat mencegah 13 persen kematian balita. (Sumber Kompas.com)

Infeksi saluran pernapasan bawah, komplikasi infeksi tali pusar dan plasenta serta sepsis bakteri adalah penyebab kematian bayi terbesar nomor 5 di dunia. ASI mengandung nutrisi esensial yang cukup untuk bayi walaupun ibu dalam kondisi kurang gizi sekalipun dan mampu mengatasi infeksi melalui komponen sel fagosit (pemusnah) dan imunoglobulin (antibodi). Komponen ASI lain yang juga mempunyai efek perlindungan, antara lain sitokin, laktoferin, lisozim dan musin. (Sumber idai.or.id)

  • Setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012.
  • Pemberian ASI menurunkan angka kematian balita dan tumbuh kembang bayi menjadi lebih sehat.

Disclaimer: Hasil yang didapat oleh setiap individu berbeda-beda tergantung dari berbagai faktor. Informasi yang ada pada website ini bukan merupakan ajakan, anjuran, atau rekomendasi. Oleh karenanya setiap informasi yang ada perlu disikapi secara bijaksana.